Jumat, 27 Agustus 2021

في المستشفى (DI RUMAH SAKIT )

 

في المستشفى    (DI RUMAH SAKIT )

فِي البيتِ ( DI RUMAH  )

الوالد      : لِمَاذَا غِبْتَ عَنِ الْعَمَلِ ؟

Ayah : Kenapa kamu bolos kerja?

 

محمد        : اسْتَأْذَنْتُ مِنَ الْعَمَلِ؛ لأَنِّى أَشْعُرُ بِارْتِفِاَعٍ في دَرَجَةِ الْحَرَارَةِ وَبالصدَاعِ

Muhammad: Saya mengambil izin dari pekerjaan, karena saya merasakan suhu tinggi dan sakit kepala

 

الوالد       : شَفَاكَ اللهُ عَاجِلًا، دَعْنِي أَقِسْ حَرارتكَ بِمِقْيَاسِ الْحَرَارَةِ، لَاحَوْلَ وَلَاقُوةَ  إِلا بِاللهِ، دَرَجَةُ حَرَارتِكَ أَرْبَعُوْنَ دَرَجَةً مئويّةً؛ وَلَابُد أَنْ تَذْهَبَ إِلَى الْمُسْتَشْفَى وسَأُرَافِقُكَ إِلَيه الانَ ، وَالطبِيْبُ سَيَفْحَصُكَ لِنَعْرِفَ مَا المَرَضُ الذِي أَصَابَكَ

Ayah: Semoga Tuhan menyembuhkanmu dengan cepat, biarkan aku mengukur suhumu dengan termometer, tidak ada daya  dan kekuatan kecuali oleh Allah, derajat suhumu, kamu harus pergi ke rumah sakit, dan saya akan menemanimu ke sana sekarang, dan dokter akan memeriksamu agar kita tahu penyakit yang menimpamu

محمد        : حَسَنًا، هَيا نَذْهَبُ إِلَى الْمُسْتَشْفَى عَاجِلًا

Muhammad: Baiklah, mari kita pergi ke rumah sakit segera.

 

فِي مكتبِ الا ستِقبالِ       DI RUANG TUNGGU

موظف المستشفي : أَهْلًا وَسَهْلًا يَا سَيِّدِي، أَيّ خِدْ مَةٍ ؟

Pegawai Rumah Sakit : Selamat datang pak, ada keperluan apa?

محمد                  : أَهْلًا بِكَ، أُرِيْدُ أَنْ أُقَابِلَ الطبِيْبَ

Muhammad: Selamat datang, saya ingin menemui dokter

موظف المستشفي   : هَلْ لَدَيْكَ مَوْعِدٌ؟

Pegawai rumah sakit: Apakah Anda sudah punya janji?

محمد                  : لا، مَا عِنْدِيْ مَوْعِدٌ. هَذِهِ  أولُ مَرةٍ أَحْضُرُ إِلَى هَذَا الْمُسْتَشْفَى

Muhammed: Tidak, saya tidak punya janji. Ini pertama kalinya aku datang ke rumah sakit ini.

موظف المستشفي   : أَي  خِدْ مَةٍ ، يَا سَيِّدِي

Pegawai Rumah Sakit : Ada apa tuan ?


محمد               : أَشعُرُ بِارْتِفَاع دَرَجَة الحَرَارَة، وأَشْعُربِأَلَمٍ في الحَلْقِ وَلَم أَشْتَهِ الأَكلَ  مُنذُ يَوم الخَمِيْس

Muhammad: Saya merasakan suhu tinggi, sakit di tenggorokan, dan saya tidak ingin makan sejak hari Kamis

 

موظف المستشفي : أَنْصَحُك أنْ تُقَابِل الطبِيْب المُتَخصِّص بالْحَنْجَرة، وَلِأنَ هذا أولُ حُضُوْرٍ لكَ فِي هَذَا الْمُسْتَشْفَى عَلَيكَ أَنْ تَعرِف الإِجْرَءَاتِ للفَحْص؛

Pegawai rumah sakit: Saya menyarankan Anda untuk menemui dokter spesialis tenggorokan, dan karena ini adalah pertama kalinya Anda di rumah sakit ini, Anda harus diperiksa

لِتَسْهِيلِ عَمَلِية فَحْصِك. والْإجْرَاءَات التى يجِبُ أَنْ تَقُوْمَ بها هي:

Untuk mempermudah pemeriksaan Anda. Prosedur yang harus Anda lakukan adalah:

                       أَولًا، اضْغط عَلَى هَذَا الْجِهَازِ لِلْحُصُوْلِ عَلىَ رَقْمٍ فِي قَائِمَةِ الْاِنْتِظَارِ.

Pertama, klik pada perangkat ini untuk mendapatkan nomor

dalam antrian

ثَانِيًا، انْتَظِر حَتى يَدْعُوْكَ الْمُوَظّفُ، ثُمّ اذْهَب إِلَيْهِ وَقُمْ بِالتسْجِيْلِ وَامْلَا الاسْتِمَارَةِ الْمَطْلُوْبَةِ.

Kedua, tunggu karyawan menelepon Anda, lalu menghadaplah ke dia dan daftar dan isi formulir yang diminta.

وَأَخِيْرًا، اِ ذْهَبْ إِلَى غُرْفَةِ الطبِيْبِ، سَوْفَ تَدْعُوْكَ الْمُمَرِّضَة هُنَاكَ.

Terakhir, pergi ke kamar dokter, perawat akan memanggil 

Anda di sana.

 

محمد                : شُكْرًا كَثِيْرًا عَلَى هَذِهِ الْمَعْلُوْمَاتِ النافِعَةِ

Muhammad: Terima kasih banyak atas informasi yang berguna ini.


PEMBINAAN PRIBADI , KELUARGA DAN MASYARAKAT QS Al Baqarah (2) : 44-45


 

PEMBINAAN PRIBADI , KELUARGA

DAN MASYARAKAT

 

a.    Ayo membaca QS Al Baqarah (2) : 44-45 berikut dengan tartil

 

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلا تَعْقِلُونَ (٤٤) وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ (٤٥)

 

b.    Kosa kata Al Baqarah (2) : 44-45

 

KOSA KATA

ARTI

KOSA KATA

ARTI

أَتَأْمُرُونَ

Apakah kalian menyuruh

بِالْبِرِّ

Akan kebaikan

تَنْسَوْنَ

Kalian melupakan

أَنْفُسَكُمْ

Diri kalian

تَتْلُونَ

Kalian membaca

تَعْقِلُونَ

Kalian berpikir

اسْتَعِينُوا

Mintalah pertolongan

بِالصَّبْرِ

Akan kesabaran

كَبِيرَةٌ

Berat

الْخَاشِعِينَ

Mereka  yang khusuk

 

c.    Memaknai Mufradāt Penting

Kata ( الْبِرِّ ) al birr berarti kebajikan dalam segala hal, baik dalam hal keduniaan atau akhirat, maupun interaksi. Sementara ulama menyatakan bahwa al-birr mencakup tiga hal; kebajikan dalam beribadah kepada Allah swt., kebajikan dalam melayani keluarga dan kebajikan dalam melakukan interaksi dengan orang lain. Demikian Thahir Ibn 'Asyur. Apa yang dikemukakan itu belum mencakup semua kebajikan, karena agama menganjurkan hubungan yang serasi dengan Allah, sesama manusia, lingkungan serta diri sendiri. Segala sesuatu yang menghasilkan keserasian dalam keempat unsur tersebut adalah kebajikan.

 

Kata (أَنْفُسَكُمْ ) anfusakum adalah bentuk jamak dari kata nafs. la mempunyai banyak arti, antara lain totalitas diri manusia, sisi dalam manusia, atau jiwanya. Yang dimaksud di sini adalah diri manusia sendiri.

 

Kata الصَّبْرِ ) sabar artinya menahan diri dari sesuatu yang tidak berkenan di hati. Ia juga berarti ketabahan. Imam Ghazali mendefinisikan sabar sebagai ketetapan hati melaksanakan tuntunan agama menghadapi rayuan nafsu.

 

Kata ( الصَّلاةِ ) dari segi bahasa adalah doa, dan dari segi pengertian syariat Islam ia adalah "ucapan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam." Shalat juga mengandung pujian kepada Allah atas limpahan karunianya, mengingat Allah, dan mengingat karunia-Nya mengantar seseorang terdorong untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya serta mengantarnya tabah menerima cobaan atau tugas yang berat. Demikian, shalat membantu manusia menghadapi segala tugas dan bahkan petaka.

 

Kata (الْخَاشِع )Khusyu' adalah ketenangan hati dan keengganannya mengarah kepada kedurhakaan. Yang dimaksud dengan orang-orang yang khusyuk oleh ayat ini adalah mereka yang menekan kehendak nafsunya dan membiasakan dirinya menerima dan merasa tenang menghadapi ketentuan Allah serta selalu mengharapkan kesudahan yang baik.

 

d.   Tarjamah QS Al Baqarah (2) : 44-45

44. Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?

45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'.

 

e.    Kandungan  QS Al Baqarah (2) : 44-45

Ayat 44 surat Al Baqarah mengandung kecaman kepada setiap penganjur agama yang melakukan hal-hal yang bertentangan dengan apa yang dianjurkannya. Ada dua hal yang disebut oleh ayat ini yang seharusnya menghalangi pemuka-pemuka agama itu melupakan diri mereka. Pertama, bahwa mereka menyuruh orang lain berbuat baik. Seorang yang memerintahkan sesuatu pastilah dia mengingatnya. Kedua, mereka membaca kitab suci. Bacaan tersebut seharusnya mengingatkan mereka. Tetapi ternyata keduanya tidak mereka hiraukan sehingga sungguh wajar mereka dikecam.

Memang, mengerjakan kebajikan tidak semudah mengucapkannya, menghindari larangan pun banyak hambatannya, karena itu lanjutan ayat tersebut menuntun dan menuntut bukan saja para pemuka agama yahudi tetapi seluruh manusia agar membekali diri kesabaran dan doa.

Ayat di atas dapat bermakna: mintalah pertolongan kepada Allah dengan jalan tabah dan sabar menghadapi segala tantangan serta dengan melaksanakan shalat. Bisa juga bermakna, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolong kamu, dalam arti jadikanlah ketabahan menghadapi segala tantangan bersama dengan shalat, yakni doa dan permohonan kepada Allah sebagai sarana untuk meraih segala macam kebajikan.

a.    Sabar

Secara umum kesabaran dapat dibagi dalam dua bagian pokok: Pertama, sabar jasmani yaitu kesabaran dalam menerima dan melaksanakan perintah-perintah keagamaan yang melibatkan anggota tubuh, seperti sabar dalam melaksanakan ibadah haji yang mengakibatkan keletihan atau sabar dalam peperangan membela kebenaran. Termasuk pula dalam katagon ini, sabar dalam menrima cobaan-cobaan yang menimpa jasmani seperti penyakit, penganiayaan dan semacamnya. Kedua, adalah sabar rohani menyangkut kemampuan menahan kehendak nafsu yang dapat mengantar kepada kejelekan, seperti sabar menahan amarah, atau menahan nafsu seksual yang bukan pada tempatnya.

 

b.    Shalat

Pelaku khusyu’ bukanlah orang yang terperdaya oleh rayuan nafsu. la adalah yang mempersiapkan dirinya untuk menerima dan mengamalkan kebajikan. Orang-orang khusyuk yang dimaksud oleh ayat ini adalah mereka yang takut lagi mengarahkan pandangannya kepada kesudahan segala sesuatu sehingga dengan demikian mudah baginya meminta bantuan sabar yang membutuhkan penekanan gejolak nafsu dan mudah juga baginya melaksanakan shalat kendati kewajiban ini mengharuskan disiplin waktu, serta kesucian jasmani padahal ketika itu boleh jadi ia sedang disibukkan oleh aktivitas yang menghasilkan harta atau kelezatan.

 

Edited by
Ahmad Turmudi, S.Ag
Guru Tafsir Ilmu Tafsir MA. Al-Hidayah Kendal
Berdasarkan Kurikulum  Madrasah Aliyah 2013