Sabtu, 07 Agustus 2021

القراءة فِي آمَالُ الْمُرَاهِقِيْن


 

القراءة فِي آمَالُ الْمُرَاهِقِيْن

                أَلْقَى الشَّيْخ إبرَاهِيمُ، وَهُوَ مُبَلِّغٌ إِلَى الإسلاَم، مُحَاضَرَةً دِيْنِيَّة أَمَامَ الطُّلاَّب وَالطَّالِبَات تَحْتَ المَوْضُوْع : (مَرْحَلَةُ المـُرَاهَقَة)  وَمِنْ كَلاَمِ الشَّيْخ : اَنتُم اْلآن فِى مَرْحَلَةِ المـُرَاهَقَة، وَهِيَ مَرْحَلَة بَعْدَ مَرْحَلَةِ الطُّفُوْلَة. وَهِيَ مَرْحَلَة هَامَّة فِى حَيَاتِكُمْ وَفِي بِنَاءِ جِسْمِكُمْ وَعَقْلِكُمْ بَلْ أَهَمُّ مَرْحَلَةٍ فِي بِنَاء مُسْتَقْبَلِكُم، وَفِي تَحْقِيْقِ آمَالِكُمْ فِي الحَيَاة

          مِن الْمُرَاهِقِيْنَ يَتَمَنَّى أَنْ يَكُوْنَ مُهَنْدِسًا، ِليَبْنِيَ البُيُوْت وَالعِمَارَات. وَ مِنْهُمْ يُرِيْد أَنْ يَكُوْنَ طَبِيْبًا لِيُعَالِج المـَرْضَى فِي المـُسْتَشْفَيَات. وَ مِن الْمُرَاهِقَات تُحِبّ أَنْ تَكُوْنَ مُدَرِّسَة، لِتُدَرِّس التَلاَمِيْذ فِي المـَدَارِس وَ مِنهُنَّ تَتَمَنَّى أَنْ تَكُوْنَ مُحَامِيَّة، لِتُسَاعِدَ المـُستَضعَفِين فِي العَدَالَة. وَآخَر يُفَضِّل أَنْ يُوَاصِل دِرَاسَتَهُ إلى جَامِعَات مُختَلِفَة و مِنهَا جَامِعَةٍ دينِيّةٍ لِيَكُوْنَ عَالِمًا أو دَاعِيًا لِلإِسْلاَم. وَهُنَاكَ تُفَضِّل أَنْ تَكُوْنَ صَحَافِيَّة، لِتَكْتُبَ فِي الأَخْبَار.

          يَنْمُو جِسْمُكُمْ فِي هذِهِ المـَرْحَلَة نُمُوًّا سَرِيْعًا،وَيَنْمُو كَذلِكَ عَقْلُكُمْ نُمُوًّا سَرِيْعًا فَيَجِب أَنْ تُحَافِظُوا عَلَى صِحَّة أَجْسَامِكُم، وَيَجِب عَلَيْكُم أَنْ تُنَظِّمُوْا حَيَاتَكُمْ، وَتُقَسِّمُوْا أَوْقَاتَكُمْ بَيْنَ الرَّاحَة وَالعَمَل،وَبَيْنَ الدِّرَاسَة وَالرِّيَاضَة. وَلاَ تَقْضُوا أَوْقَاتَكُمْ بِطُوْلِ السَّهَر وَغَيْرِ ذلِكَ مِنَ الأَعْمَال التي تُضِرّ بِمُسْتَقْبَلِكُم

 

ARTI

KOSA KATA

ARTI

KOSA KATA

Tuan

الشَّيْخ

Menyampaikan

أَلْقَى

Ceramah agama

مُحَاضَرَةً دِيْنِيَّة

Juru Dakwah

مُبَلِّغٌ

Fase remaja

مَرْحَلَةُ المـُرَاهَقَة

Dengan judul

تَحْتَ المَوْضُوْع

Sekarang

اْلآن

Sebagian pembicaraan

وَمِنْ كَلاَمِ

Fase penting

مَرْحَلَة هَامَّة

Fase anak anak

مَرْحَلَةِ الطُّفُوْلَة

Fase terpenting

أَهَمُّ مَرْحَلَةٍ

Membangun jasmani

بِنَاءِ الجِسْمِ

Mewujudkan cita cita

تَحْقِيْقِ آمَالِكُمْ

Membangun masa depan

بِنَاء المُسْتَقْبَلِ

Sebagian remaja

مِن الْمُرَاهِقِيْنَ

Dalam kehidupan

فِي الحَيَاة

Insiyur

مُهَنْدِ س

Berharap

يَتَمَنَّى

Gedung gedung

العِمَارَات

Rumah-rumah

البُيُوْت

Dokter

طَبِيْبًا

Ingin

يُرِيْد

Para pasien

المـَرْضَى

Mengobati

يُعَالِج

Suka

تُحِبّ

Rumah-rumah sakit

المـُسْتَشْفَيَات

Advokat

مُحَامِيَّة

Sekolah sekolah

المـَدَارِس

Keadilan

العَدَالَة

Membutuhkan

المـُستَضعَفِين

Perguruan tinggi

جَامِعَات

Melanjutkan

يُوَاصِل

Pengruan tinggi agama

جَامِعَةٍ دينِيّةٍ

Berbeda beda

مُختَلِفَة

Berita berita

الأَخْبَار

Jurnalis

صَحَافِيَّة

Tumbuh cepat

نُمُوًّا سَرِيْعًا

Tumbuh

يَنْمُو

Kalian mengatur

أَنْ تُنَظِّمُوْا

Kalian menjaga

أَنْ تُحَافِظُوا

Istirahat

الرَّاحَة

Kalian membagi

أَنْ تُقَسِّمُوْا

Belajar

الدِّرَاسَة

Aktifitas

العَمَل

Jangan kalian gunakan

لاَ تَقْضُوا

Olahraga

الرِّيَاضَة

Yang lain

غَيْرِ ذلِكَ

Begadang

طُوْل السَّهَر

Aktifitas aktifitas

الأَعْمَال

Membahayakan

تُضِرّ

Kamis, 05 Agustus 2021

MENGENAL AL-QUR’AN BUKTI KEBENARAN AL-QURAN

 

MENGENAL AL-QUR’AN

BUKTI KEBENARAN AL-QURAN

 

5. BUKTI KEBENARAN AL-QUR`AN

Al-Qur’an turun kepada Nabi Muhammad Saw. Beliau tidak melakukan perubahan apapun dari al-Qur`an yang telah diturunkan kepada beliau. Beliau juga tidak membuat ayat-ayat yang terdapat di dalam al-Qur`an. Al-Qur`an berasal dari Allah Swt.. Hal ini dibuktikan dengan beberapa hal berikut ini:

A.  KESEIMBANGAN-KESEIMBANGAN KATA DALAM AL-QUR`AN

Sebagaimana dijelaskan oleh M.  Quraish Shihab bahwa Abdur Razaq Naufal dalam kitabnya al-I'jaz al-’Adady li alQur’an al-Karim mengemukakan beberapa data. Diantaranya adalah: 

1)Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan lawan katanya di antaranya:

•  Al-Ḥ ayah (hidup) dan al-maut (mati), masing-masing sebanyak 145 kali.

•  An-naf ’u (manfaat) dan al-maḍ arat (bahaya), masing-masing sebanyak 50 kali.

•  Aṣ -Ṣ alihat (kebajikan) dan as-sayyi’at (keburukan), masing-masing 167 kali.

2) Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan persamaannya atau makna yang dikandungnya:

•  Al-Ḥ ars dan az-zira’ah (membajak atau bertani), masing-masing 14 kali.

•  Al-’Uṣ b dan aḍ -Ḍ urur (membanggakan diri atau angkuh), masing-masing 27 kali.

•  Aḍ -Ḍ allun dan al-Mauta (orang sesat atau mati jiwanya), masing-masing 17 kali.

•  Al-Jahr dan al-’Alaniyah (nyata), masing-masing 16 kali.

3)  Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjuk  kepada akibatnya:

•  Al-infaq (infak) dengan ar-Riḍ a (kerelaan), masing-masing 73 kali.

•  Al-bukhlu (kekikiran) dengan al-khasarah (penyesalan), masing-masing 12 kali.

•  Al-kafirun (orang-orang kafir) dengan an-nar atau al-Aḥ raq (neraka atau  pembakaran), masing-masing 154 kali.

•  Az-zakah (zakat atau penyucian) dengan al-barakat (kebajikan yang banyak),  masing-masing 32 kali.

•  Al-faḥ isyah (kekejian) dengan al-gaḍ ab (murka), masing-masing 26 kali.

4)  Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya

•  Al-israf (pemborosan) dengan al-sur’ah (ketergesa-gesaan), masing-masing 23  kali.

•  Al-mau’iḍ ah (nasihat/petuah) dengan al-lisan (lidah), masing-masing 25 kali.

•  Al-asra (tawanan) dengan al-Ḥ arb (perang), masing-masing 6 kali.

•  As-salam (kedamaian) dengan at-Ṭayyibat (kebajikan), masing-masing 60 kali. 

5)  Keseimbangan-keseimbangan khusus

Kata “yaum” (hari) dalam bentuk tunggal (mufrad) terulang sebanyak 365  kali, identik dengan jumlah keseluruhan hari dalam setahun. Sedangkan kata hari  yang menunjuk kepada bentuk jama’ (ayyam) dan musanna (yaumayni), jumlah keseluruhannya hanya tiga puluh, sama dengan jumlah hari dalam sebulan. Di sisi lain, kata yang berarti “bulan” (syahr) terulang sebanyak dua belas kali, sama dengan jumlah bulan dalam setahun.

Al-Qur`an menjelaskan bahwa langit ada “tujuh”. Penjelasan ini diulanginya sebanyak tujuh kali, yakni dalam QS. al-Baqarah [2] : 29, QS. al-Isra’ [17] : 44, QS. al-Mu’minun [23] : 86, QS. Fussilat [41] : 12, QS. at-T ̣alaq [65] : 12, QS. al-Mulk [67] : 3, dan QS. Nur [71] : 15. Selain itu, penjelasan tentang terciptanya langit dan bumi dalam enam hari dinyatakan pula dalam tujuh ayat.

 

B.  BEBERAPA BUKTI KEBENARAN AL-QUR`AN YANG LAIN

 1)  Berdasarkan pemberitaan gaib

Dalam QS. Yunus [10] : 92, dijelaskan bahwa badan Fir’aun (Raja Mesir) yang tenggelam ketika mengejar Nabi Musa As., suatu saat akan diselamatkan Allah  Swt. untuk diambil ibrah (pelajaran) bagi generasi selanjutnya. Pada saat ayat  tersebut turun kepada Nabi Muhammad Saw. tentunya tidak ada seorang pun yang mengetahui maksud dari ayat tersebut karena peristiwa tenggelam itu terjadi pada masa Nabi Musa yaitu sekitar tahun 1200 SM (Sebelum Masehi). Dan hal tersebut

baru terjawab pada awal abad ke-19 ini. Tepatnya pada tahun 1896 Masehi, seorang ahli purbakala Loret menemukan satu mummi, yang dari data-data sejarah Sebelumnya dijelaskan bahwa dia adalah Fir’aun, raja Mesir yang pernah mengejar Nabi Musa As., di pekuburan Raja-raja Luxor Mesir.

            Penemuan ini diperkuat dengan penelitian lanjut oleh tim yang dipimpin oleh seorang professor ahli bedah Perancis, Maurice Bucaille. Hasilnya, mummi yang lebih utuh dari mummi-mummi yang lainnya itu, ternyata kulitnya mengandung garam laut yang mengindikasikan bahwa jasad tersebut pernah tenggelam di air laut. 

2)  Berdasarkan isyarat ilmiah

Banyak isyarat ilmiah yang dapat ditemukan di dalam al-Qur`an. Misalnya  isyarat bahwa cahaya matahari bersumber dari dirinya sendiri, sedang cahaya bulan adalah pantulan (dari cahaya matahari) sebagaimana dijelaskan dalam QS. Yunus [10] : 5 dan masih banyak lagi lainnya yang kesemuanya belum diketahui manusia kecuali pada abad-abad bahkan tahun-tahun terakhir ini. Dari manakah Nabi Muhammad mengetahuinya kalau bukan dari Allah Swt. Yang Maha Mengetahui.

Nah, ananda sekalian, semuanya ini dipaparkan supaya menjadi bukti bahwa petunjuk-petunjuk yang disampaikan oleh al-Qur`an adalah sebuah Kekuasaan dari Yang Maha Kuasa, Maha Mengetahui dan merupakan sebuah kebenaran, sehingga dengan demikian umat manusia percaya dan yakin bahwa al-Qur`an berasal dari Allah Swt., serta dengan secara tulus mengamalkan petunjuk-petunjuk yang termaktub dalam al-Qur`an.

 

By. Ahmad Turmudi, S.Ag
Guru Tafsir Ilmu Tafsir MA. Alhidayah Kendal
Sumber pengambilan Buku Tafsir Ilmu tafsir peminatan keagamaan kelas 10 K-13, 2014

Rabu, 04 Agustus 2021

الحِوَار اَلْحَضَارَةُ اْلإِسْلاَمِيَّةُ

 

 

الحِوَار

اَلْحَضَارَةُ اْلإِسْلاَمِيَّةُ

جَرَى الْحِوَارُ بَيْنَ الْمُدَرِّسِ وَالطَّلَبَةِ فِيْمَا يَلِي :

Berlangsung percakapan antara Guru dan para Siswa

الْمُدَرِّس         :    نَحْنُ اْلانَ نَتَحَدَّثُ عَنِ الْحَضَارَةِ اْلإِسْلاَمِيَّةِ، هَلْ عِنْدَكُمْ كِتَابُ تَارِيْخِ الْحَضَارَةِ اْلإسْلاَمِيَّةِ

Guru : Sekarang kita akan membicarakan tentan peradaban islam, apakah kalian memiliki

Buku sejarah peradaban Islam

الطلبة                :    نَعَمْ،عِنْدَنَا كِتَاب " تَارِيْخ الْحَضَارَةِ اْلإسْلاَمِيَّةِ".

Para Siswa : Iya .. Kami memiliki buku sejarah Peradaban Islam

الْمُدَرِّس             :    مَاذَا وَجَدْتَ فِي هذَا الْكِتَابِ، يَا حُسْنَ الدِّيْنِ ؟

Guru : Apa yang kamu dapati dalam buku ini wahai Husnudin

حُسْنُ الدِّيْنِ       :    وَجَدْتُ اِهْتِمَامَ عُلَمَاءِ اْلإِسْلاَمِ اْلأَوَائِلِ بِالْعُلُوْم التَّجْرِيْبِيَّة

Husnudin : Saya dapati perhatian para cendekiawan islam pada masa awal islam akan

Ilmu – ilmu terapan

الْمُدَرِّس         :    يا إِلْيَاس، اِشْرَحْ لَنَا مَاذَا تَقْرَأُ فِي هذَا الْكِتَابِ !

Guru : Wahai Ilyas jelaskan kepada kita apa yang kamu baca dalam buku ini

إِلْيَاس           :    يَتَحَدَّثُ هذَا الكِتَابُ عَنِ عُلَمَاءِ اْلإِسْلاَمِ فِي مَجَالِ الْعُلُوْمِ التَّجْرِيْبِيَّةِ مِثْلُ الْكِيْمِيَاءِ وَالْفِيْزِيَاءِ وَالطِّبِّ.

Ilyas : Buku ini berbicara tentang para cendekiawan islam di bidang ilmu-ilu terapan seperti

Kimia, fisika dan kedokteran

الْمُدَرِّس         :     اُذْكُرْ هؤُلاَءِ الْعُلَمَاءَ يَا عَبْدَ الْحَكِيْم ؟

Guru : Sebutkan mereka para cendkiawan tersebut wahai Hakim

عَبْدَ الْحِكِيْم        :     مِنْهُمْ جَابِرٌ بْنُ الْحَيَّان وَأَبُو بَكْر ٍالرَّازِي وَابْنُ هَيْثَمٍ وَغَيْرُهُم كَثِيْرٌ.

Abdul Hakim : Sebagian mereka yakni Jabir bin hayyan, Abu bakar Arrozi, Ibnu Haitam

Dan masih banyak yang lain

الْمُدَرِّس         :    صَحِيْح،عَرَفْنَا أَنَّ جَابِرًا أَعْظَمُ كِيْمِيَائِيِّيْن، عِنْدَهُ مُصَنَّفَاتٌ مَشْهُوْرَةٌ فِي الْكِيْمِيَاءِ. هَلْ وَجَدْتَ شَيْئًا آخَرَ فِى هذَا الْكِتَابِ يَا مُحَمْد؟

Guru : Benar… Kita tahu bahwa Jabir bin hayyan adalah tokoh besar kimia,dia punya

Karangan-karangan yang terkenal dalam kimia. Apakah kamu dapati sesuat yang lain dalam

Buku ini hai Muhammad ?

مُحَمَّد            : نَعَمْ، وَوَجَدْتُ ابْنَ هَيْثَمٍ، فَهُوَ مُنْشِئُ عِلْمِ الضَّوْءِ، وَالْبَيْرُوْنِيّ الَّذِي اشْتَهَرَ بِقِيَاسِ أَبْعَادِ اْلأَرْضِ، وَبَيَانِ كُسُوْفِ الشَّمْسِ،وَغَيْرِ ذلِكَ مِنْ حَرَكَاتِ النُّجُوْم وَالْكَوَاكِب.

Muhammad :  Iya.. saya dapati Ibnu Haysam sebagai penemu ilmu cahaya,Bairuni terkenal

Dengan mengukur jarak bumi dan menjelaskan gerhana matahari juga yang lain

Tentang pergerakan bintang-bintang dan planet-planet

عِرْفَان                :     وَجَدْتُ أَيْضًا، قَدْ نَجَحَ الرَّازِي فِي عِلْمِ الطِّبِّ حَتَّى لُقِّبَ بِأَمِيْرِ اْلأَطِبَّاءِ

Irfan : Saya dapati juga Arrozi telah berhasil dalam ilmu kedokteran hingga dijulki Sebagai

bapak kedokteran

الْمُدَرِّس         :    هَلْ وَجَدْتَ فِى مَجَالِ الرِّيَاضِيَّات، يَا عَائِشَة ؟

Guru : Apakah yang kamu dapati dalam bidang matematika, hai Aisyah ?

عَائِشَة          :     نَعَمْ، وَجَدْتُ، قَدْ سَبَقَ عُلَمَاءُ اْلإِسْلاَمِ الْمَشْهُوْرُوْنَ فِي الرِّيَاضِيَّاتِ، مِنْهُمْ  اِبْنُ جَابِر الْبَتَّانِي وَمُوْسَى ابْنِ شَاكِر  وَالْبَيْرُوْنِيّ

Aisyah : Iya… kami dapati para cendekiawan islam yang terkenal telah maju dalam bidang

Matematika , diantaranya Ibnu jabir al Battani, Musa Ibnu sakir dan Al-bairuni

الْمُدَرِّس         :    هل وَجَدْتَ شَيْئاً آخَرَ أَهَمَّ مِنْ ذلِكَ كُلِّه، يَا سَيْفَ الله ؟

Guru : Apakamu kamu dapati yang terpenting dari semua itu wahai Saifullah ?

سيفُ الله       : نَعَم، وَجَدْتُ شَيْئاً آخَرَ أَهَمَّ مِنْ ذلِكَ كُلِّه هواَلإِسْلاَمُ...كَانَ الإِسْلاَمُ أَقْوَى الْعَوَامِلِ الَّتِي تَدْعُو الْمُسْلِمِيْن إِلَى التَّقَدُّم الْحَضَارِيّ فِي مَيَادِيْنِ الْعُلُوْمِ.

Syaifullah : Iya saya dapati hal lain yang terpenting dari semua itu yakni Agama Islam, Islam

Merupakan faktor terkuat yang mengajak kaum mslimin untuk lebih maju dalam berbagai

Bidang lapangan keilmuaan


Edited By :
AHMAD TURMUDI ZHEIN
Guru Bahasa Arab MA AlHidayah Kendal

 


Simpulan Materi TAAT PADA ALLAH DAN ROSUL-NYA KUNCI HIDUP BAHAGIA

 

Simpulan Materi

TAAT PADA ALLAH DAN ROSUL-NYA

KUNCI HIDUP BAHAGIA

 

Setelah mempelajari materi surah an-Nur [24] ayat 54 dan Surah An-Nisa` [4] ayat 80  , tentunya ananda sekalian dapat menyimpulkan beberapa hal, diantaranya adalah sebagaimana tercantum di bawah ini. Coba temukan materi-materi pokok lain yang belum tercantum!

 

1.  Kata أَطِيعُوا۟   (taatlah), mengandung makna perintah untuk mengikuti dan mematuhi  apa yang menjadi obyek ketaatan dengan syarat tertentu yang disertai dengan ciriciri tertentu dalam perilaku, baik dinyatakan maupun dirahasiakan.

 

 

2. Penyebutan kata أَطِيعُوا۟ Rasul أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ yang dirangkai dengan kata Allah dan  menunjukkan bahwa ketaatan kepada Rasul  harus dilakukan dengan tanpa syarat, sekaligus menunjukan bahwa tidak ada perintah Rasul yang salah atau keliru dan tidak ada yang bertentangan dengan perintah Allah Swt.

 

3.  Taat kepada Allah dan Rasul-Nya adalah kesetiaan menjunjung serta mengerjakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.

 

4.  Ketaatan selain kepada Allah dan Rasul-Nya tidaklah mutlak dan bersyarat, yaitu jika tidak bertentangan dengan apa-apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah dan Rasulullah. Hal ini sebagai ditegaskan dalam QS. An-Nisa’ [4] : 59.

 

5.  Pada QS. An-Nisa’ [4] : 59 kata perintah أَطِيعُوا۟    untuk taat  tercantum sebelum  lafaz “Rasul” dan lafaz “Allah”, tetapi tidak untuk ulil amri karena perintah taat kepada selain Allah dan Rasul baru dapat dilaksanakan jika tidak betentangan dengan perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya.

 

6.  Ketaatan kepada Rasulullah adalah merupakan satu bentuk ketaatan kepada Allah. Hal ini bukanlah doktrin semata, akan tetapi hal ini karena sosok beliau yang ideal untuk diteladani. Bahkan Allah menegaskan akan kemuliaan akhlak beliau dalam QS. Al-Qalam [68] ayat 4.

 

7.  Rasulullah bukanlah sosok yang otoriter. Beliau menerima pendapat, ide dan masukan para sahabat sesuai dengan kompetensi atau keahlian mereka masingmasing, misalnya di bidang pertanian atau pertahanan.

 

8.  Para sahabat bertanya terlebih dahulu apakah perintah atau larangan itu dari Allah atau pendapat Rasulullah sendiri. Jika dari Allah maka mereka menaati tanpa raguragu dan jika ini pendapat Rasulullah pribadi maka para sahabat baru memberikan pendapat-pendapat mereka.

 

9.  QS. An-Nisa` [4] ayat 80 ini juga menegaskan agar Rasulullah tidak perlu  mengambil tindakan kekerasan atau memaksa orang-orang untuk taat, karena pada hakekatnya beliau diutus bukanlah sebagai penjaga amal-amal perbuatan mereka.

Cobalah anak-anak merangkum hal-hal penting dari materi diatas juga jangan lupa untuk membaca kemabli ayat-ayat diatas ser menghafalkanya

 

By Ahmad Turmudi, S.Ag
Guru Tafsir Ilmu Tafsir  MA. Al-Hidayah
Dikutip dari Buku Tafsir Ilmu Tafsir kelas 11 Kurikulum 13 tahun 2015 dengan berbagai perubahan